Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb menjadi pusat persaingan geopolitik, dengan sejarah panjang yang menunjukkan bahwa dominasi kekuatan luar bersifat sementara. Ibrahim Al-Marashi mencatat bahwa meskipun AS dan Iran terlibat dalam konflik, penguasaan jalur ini tidak menjamin kontrol politik atas masyarakat lokal. Sejarah mencatat bagaimana kekuatan seperti Tiongkok dan Portugal berupaya memproyeksikan kekuasaan maritim mereka, tetapi sering kali gagal dalam menguasai dinamika darat. Pengalaman Zheng He pada abad ke-15 dan upaya Portugal di abad ke-16 menunjukkan bahwa kekuatan maritim tidak selalu berujung pada dominasi yang langgeng. Saat ini, Iran dan kelompok Houthi menggunakan teknologi modern untuk mempertahankan posisi mereka, menandakan bahwa sejarah perebutan ini terus berlanjut dengan cara yang baru.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar