Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengingatkan adanya pergeseran pola perlawanan di Papua yang kini beralih ke sentimen etnis dan rasialisme. Dalam konferensi pers di Jakarta, Pigai menekankan bahwa perlawanan berbasis ras dan etnis dapat memicu konflik horizontal yang mengancam persatuan bangsa. Ia mencatat bahwa perlawanan di Papua telah mengalami perubahan signifikan sejak dekade 1960-an, dari gerakan bersenjata hingga diplomasi politik. Namun, pergeseran terbaru menuju kekerasan berbasis suku dan ras harus diwaspadai, mengingat sejarah konflik berbasis ras di berbagai negara. Kementerian HAM berkomitmen untuk mendorong langkah preventif guna meredam potensi eskalasi konflik dan memastikan keadilan bagi semua warga, baik masyarakat asli Papua maupun pendatang.
Foto & Sumber: ANTARA Sumatera Barat · © ANTARA Sumatera Barat
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar