Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa tidak ada ancaman tsunami di Selat Sunda meskipun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau. Peneliti BRIN, Semeidi Husrin, menyatakan bahwa hasil monitoring selama 24 jam menunjukkan tidak ada anomali gelombang yang dapat memicu tsunami. Informasi ini diperoleh dari pemantauan menggunakan perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) yang terpasang di Pulau Rakata. Meskipun aktivitas vulkanik sempat mempengaruhi operasional pemantauan, hasil yang didapat tetap menunjukkan keamanan dari ancaman tsunami. BRIN juga mendorong kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat sistem peringatan dini dengan menambah jumlah perangkat pemantau di kawasan tersebut.
Foto & Sumber: ANTARA Bangka Belitung · © ANTARA Bangka Belitung
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar