Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa jaringan gas (jargas), kompor listrik, dan compressed natural gas (CNG) belum siap menggantikan LPG 3 kg secara cepat pada 2027. Ia menyatakan bahwa jargas belum menjangkau banyak rumah tangga dan penggunaan kompor induksi memerlukan pasokan listrik yang andal serta perangkat yang terjangkau. Yusuf menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur sebelum mengurangi kuota LPG 3 kg dan mendorong masyarakat beralih ke sumber energi alternatif. Ia juga menyoroti perlunya pembenahan dalam distribusi subsidi dan data kesejahteraan untuk membatasi akses kelompok mampu terhadap LPG bersubsidi. Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati anggaran subsidi energi dalam APBN 2027 sebesar Rp261,5 triliun, dengan pengurangan kuota LPG 3 kg menjadi 8 juta metrik ton.
Foto & Sumber: ANTARA Terkini · © ANTARA Terkini
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar