Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengakui bahwa penyelundupan balpres ke Indonesia masih berlanjut meskipun penindakan terus dilakukan. Menurut Direktur Jenderal DJBC, Djaka Budi Utama, kondisi geografis Indonesia yang luas dan banyaknya jalur perbatasan menjadi kendala utama dalam pengawasan. Wilayah seperti Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan masih menjadi titik rawan penyelundupan. Keterbatasan personel dan fasilitas pengawasan membuat pemantauan tidak maksimal, sehingga pelaku penyelundupan memanfaatkan situasi ini. Selain itu, tingginya permintaan masyarakat terhadap pakaian bekas impor juga berkontribusi pada praktik ilegal ini. DJBC berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar