Wisata Susur Sungai Mahakam
Susur sungai adalah cara paling khas menikmati Samarinda. Kapal wisata berangkat dari dermaga tepian membawa pengunjung melewati Islamic Center, jembatan, dan kampung-kampung tepi air.
Operator lokal menawarkan paket sore hingga malam dengan kuliner di atas kapal — segmen wisata yang tumbuh bersama komunitas kreatif kota.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Tepian Mahakam
Tepian Mahakam membentang di sepanjang sisi kota menghadap sungai terpanjang kedua di Indonesia. Monumen pesut Mahakam menjadi penanda khasnya, mengingatkan pada lumba-lumba air tawar endemik Kalimantan.
Setiap sore kawasan ini hidup dengan pedagang kuliner, komunitas lari, dan keluarga yang menikmati angin sungai — pasar alami bagi UMKM makanan dan minuman.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Samarinda Central Plaza
Samarinda Central Plaza (SCP) adalah salah satu pusat perbelanjaan paling mapan di kota, menempati posisi strategis dekat kawasan pemerintahan dan perbankan.
Trafik pengunjungnya yang stabil membuat SCP jadi lokasi favorit brand nasional membuka gerai pertama mereka di Samarinda.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Pasar Pagi Samarinda
Pasar Pagi adalah jantung perdagangan Samarinda yang tumbuh dari era ketika Mahakam menjadi jalur niaga utama Kalimantan Timur. Ribuan pedagang grosir dan eceran beroperasi di sini setiap hari.
Bagi pelaku usaha kuliner dan retail, Pasar Pagi tetap menjadi rantai pasok termurah di kota — dari bahan pangan, tekstil, hingga kebutuhan warung.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Masjid Baitul Muttaqien (Islamic Center)
Islamic Center Samarinda berdiri megah di tepian Sungai Mahakam dengan kubah utama dan tujuh menara yang menjadi latar foto paling dicari di kota ini. Menara utamanya setinggi 99 meter dapat dinaiki pengunjung untuk melihat panorama kota dan sungai.
Kawasan sekitarnya berkembang menjadi ruang publik keluarga — jogging track tepian, kuliner sore, dan festival budaya rutin. Buat pelaku usaha, area ini adalah salah satu titik keramaian paling stabil di Samarinda.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Desa Budaya Pampang
Sekitar 20 km dari pusat kota, Desa Budaya Pampang menjadi rumah komunitas Dayak Kenyah yang membuka kampungnya untuk wisata budaya. Setiap Minggu siang digelar pertunjukan tari di lamin adat yang megah.
Kerajinan manik, anyaman, dan ukiran khas Dayak dijual langsung oleh warga — model ekowisata budaya yang menghidupi ekonomi kampung.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Jembatan Mahakam
Jembatan Mahakam menghubungkan pusat kota dengan Samarinda Seberang dan menjadi salah satu infrastruktur paling vital di Kalimantan Timur sejak 1987.
Dari tepian, siluet jembatan saat matahari terbenam menjadi salah satu pemandangan paling difoto di kota — latar favorit konten kreator lokal.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Citra Niaga
Citra Niaga dirancang sejak 1980-an sebagai kawasan niaga rakyat dan memenangkan Aga Khan Award for Architecture — satu dari sedikit karya Indonesia yang meraihnya. Konsepnya memadukan pedagang kecil dan toko besar dalam satu kawasan terbuka.
Kini Citra Niaga dikenal sebagai tempat berburu sarung Samarinda, batik Kaltim, dan amplang — ditambah deretan kuliner malam yang ramai hingga larut.
Places · Samarinda Foto lokal / Wikimedia Commons
Konten Places jaringan Sendow
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Gangguan empat pembangkit picu pemadaman bergilir di Kaltim
Gangguan pada beberapa pembangkit listrik swasta di Kalimantan Timur menyebabkan penurunan pasokan listrik, yang berujung pada pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, mengungkapkan bahwa kapasitas listrik yang terpengaruh mencapai sekitar 100 megawatt, terutama di Samarinda, pada Senin (28/9).
Foto & Sumber: Samarinda © ANTARA Terkini
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar
Full load
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar