Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Rencana pemerintah untuk merekrut masyarakat sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam upaya memperbaiki akurasi data bantuan sosial (bansos) mendapat perhatian dari ekonom. Ekonom INDEF, Riza Annisa, menilai bahwa melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW akan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan agen baru. Ia menyarankan agar pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah berpengalaman diberdayakan untuk memantau kondisi penerima bantuan. Riza menekankan pentingnya data yang akurat untuk memastikan program 'jemput bola' tidak salah sasaran. Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menjelaskan bahwa Agen Perlinsos tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bantuan, melainkan berfungsi sebagai 'loket pelayanan bergerak' untuk membantu pendaftaran bantuan pemerintah. Pemerintah menargetkan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos di Pulau Jawa untuk mendukung sistem perlindungan sosial digital yang baru.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar