Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa impor minyak mentah dari Rusia adalah kebijakan pemerintah yang telah disetujui melalui kontrak antarpemerintah. Ia menekankan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa, tanpa intervensi pihak manapun. Bahlil menyatakan bahwa impor tersebut sudah mulai terealisasi dan dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas, bukan PT Pertamina. Indonesia mendapatkan komitmen untuk mengimpor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia dengan harga khusus, hasil dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. Awalnya, Rusia setuju mengirim 100 juta barel, namun kemudian menambah 50 juta barel untuk membantu Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar