Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam peringkat adopsi kripto global, jatuh ke posisi 14 pada 2026 menurut laporan Chainalysis. Ini merupakan kemunduran dari posisi ketujuh pada tahun sebelumnya, meskipun aktivitas kripto domestik masih tergolong kuat dalam beberapa indikator, termasuk aliran transaksi lintas negara. Sementara Brasil, Amerika Serikat, dan Nigeria menduduki posisi teratas dalam adopsi kripto, Indonesia masih lebih unggul dibandingkan negara-negara seperti Australia dan Inggris. Meskipun jumlah akun konsumen kripto di Indonesia meningkat menjadi 22,93 juta pada Juli 2026, nilai transaksi justru mengalami penurunan drastis. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas di pasar kripto, di mana basis pengguna terus tumbuh namun nilai transaksi menurun. Penurunan peringkat ini bukan berarti minat masyarakat terhadap kripto menyusut, melainkan mencerminkan dinamika dalam perilaku pasar kripto nasional.
Foto & Sumber: Blockchainmedia · © Blockchainmedia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar