Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Di Afghanistan, sopir taksi mulai melawan larangan ketat pemutaran musik yang diterapkan oleh pemerintah Taliban dengan memutar lagu-lagu di dalam mobil mereka. Meskipun ada risiko ditangkap oleh polisi moral, beberapa sopir tetap berani memainkan musik folk dan pop Afghanistan, meski harus mematikannya saat melihat petugas. Larangan ini ditegakkan oleh Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, yang berpatroli di seluruh kota. Banyak warga merasa tertekan dan merindukan kebebasan untuk menikmati musik, yang dianggap sebagai bagian penting dari budaya mereka. Situasi ini menciptakan ketegangan antara keinginan untuk menikmati seni dan ketakutan akan hukuman dari otoritas.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar