CI
CNN Indonesia Gaya Hidup
Gaya Hidup
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
CI
Arsenik, meskipun berbahaya, tidak selalu membuat makanan menjadi racun. Zat ini ada secara alami di lingkungan dan dapat masuk ke dalam makanan melalui tanah dan air. WHO menjelaskan bahwa arsenik terbagi menjadi dua jenis: anorganik yang lebih toksik dan organik yang lebih aman. Beras cenderung menyerap arsenik anorganik lebih banyak, sedangkan seafood mengandung arsenik organik. Standar Codex Alimentarius menetapkan batas maksimum arsenik anorganik pada beras, yaitu 0,20 mg/kg untuk beras giling dan 0,35 mg/kg untuk beras pecah kulit. Paparan arsenik dalam jumlah kecil dalam jangka panjang dapat berisiko bagi kesehatan, termasuk kanker. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dosis dan bentuk arsenik daripada menghindari semua makanan yang mengandung arsenik.
Foto & Sumber: CNN Indonesia Gaya Hidup · © CNN Indonesia Gaya Hidup
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar