Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Balikpapan, sebagai salah satu kota di Kalimantan Timur, mengalami situasi yang cukup menantang dalam hal ketenagakerjaan. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 489 pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai perusahaan. Angka ini menunjukkan stabilitas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun tetap mencerminkan adanya dinamika yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha di wilayah tersebut.
Salah satu langkah yang diambil oleh perusahaan-perusahaan di Balikpapan adalah reposisi pekerja. Alih-alih melakukan PHK massal, banyak perusahaan memilih untuk memindahkan karyawan ke posisi atau divisi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pendekatan ini tidak hanya membantu menjaga stabilitas tenaga kerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.
Meskipun reposisi pekerja menjadi pilihan yang lebih baik, tantangan terbesar yang dihadapi adalah penyerapan tenaga kerja baru. Dalam konteks ekonomi yang terus berubah, banyak perusahaan yang masih kesulitan untuk merekrut karyawan baru. Ini menjadi perhatian serius, terutama bagi UMKM yang sering kali bergantung pada tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional mereka.
Kondisi ini juga menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan memanfaatkan teknologi dan strategi manajemen yang lebih efisien, UMKM dapat meningkatkan daya saing mereka, bahkan di tengah tantangan yang ada. Pelaku usaha di Balikpapan perlu beradaptasi dan mencari cara baru untuk menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas.
Dalam jangka panjang, situasi ini dapat menjadi pendorong bagi perusahaan untuk lebih fokus pada pengembangan karyawan. Investasi dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan dapat membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sehingga perusahaan tidak hanya mampu bertahan tetapi juga berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara keseluruhan, meskipun Balikpapan menghadapi tantangan dalam jumlah PHK dan penyerapan tenaga kerja baru, langkah reposisi pekerja yang diambil oleh perusahaan dapat menjadi model yang dapat diikuti. Ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat tetap mempertahankan karyawan dan meningkatkan kinerja bisnis mereka.
Foto & Sumber: Balikpapan News · © Foto: Balikpapan News — hak cipta milik pemilik/penerbit asli
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar