Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Tabby, sebuah perusahaan fintech yang berbasis di Uni Emirat Arab, baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam mendapatkan pendanaan sebesar $233 juta. Pendanaan ini membawa valuasi perusahaan ke angka $6,5 miliar, menandakan kepercayaan investor yang tinggi terhadap model bisnis yang mereka jalankan. Tabby dikenal sebagai salah satu pelopor layanan 'buy now, pay later' (BNPL) di kawasan Timur Tengah, yang semakin populer di kalangan konsumen yang mencari fleksibilitas dalam pembayaran.
Dalam pernyataan resmi, Tabby mengungkapkan bahwa mereka telah mencapai profitabilitas pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mampu menarik investasi besar, tetapi juga mengelola operasionalnya dengan efisien. Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi Tabby untuk memperkuat posisinya di pasar yang semakin kompetitif, terutama dengan banyaknya pemain baru yang mencoba memasuki industri fintech.
Meskipun dengan pencapaian yang signifikan ini, Tabby tidak berencana untuk segera melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Arab Saudi. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih untuk fokus pada pengembangan dan ekspansi bisnisnya sebelum mengambil langkah besar di pasar publik. Ini juga mencerminkan pendekatan yang hati-hati dan strategis dalam mengelola pertumbuhan, yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi startup lain di kawasan ini.
Dengan meningkatnya minat terhadap layanan BNPL di seluruh dunia, Tabby berada pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan tren ini. Mereka tidak hanya melayani konsumen, tetapi juga memberikan solusi bagi merchant yang ingin meningkatkan penjualan dengan menawarkan opsi pembayaran yang lebih fleksibel. Hal ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang ingin menjangkau lebih banyak pelanggan.
Keberhasilan Tabby dalam mendapatkan pendanaan besar ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama dalam sektor fintech yang terus berkembang. Meskipun tantangan di pasar lokal mungkin berbeda, pelajaran dari strategi pertumbuhan dan pengelolaan keuangan yang baik dari Tabby dapat diadaptasi untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik.
Secara keseluruhan, pencapaian Tabby menyoroti potensi besar dalam industri fintech dan BNPL di Timur Tengah. Bagi pelaku usaha di Indonesia, ini merupakan sinyal positif bahwa ada peluang besar untuk inovasi dan pertumbuhan dalam sektor keuangan, yang dapat dioptimalkan untuk mendukung perkembangan UMKM di tanah air.
Foto & Sumber: Tech in Asia · © Foto: Tech in Asia — hak cipta milik pemilik/penerbit asli
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar