Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, menilai Program Keselamatan Berwisata Kementerian Pariwisata sangat relevan untuk meningkatkan pengelolaan keselamatan di destinasi wisata, termasuk Gunung Bromo yang berisiko kebakaran. Program ini mencakup pelatihan, sertifikasi pemandu, dan pedoman keselamatan. Sari mengusulkan penggunaan dasbor risiko berbasis data untuk memprediksi kondisi berbahaya, serta pentingnya penyampaian informasi keselamatan secara langsung kepada wisatawan. Ia menekankan bahwa keselamatan adalah bagian dari kualitas destinasi dan pengelola harus memiliki protokol darurat yang jelas. Sari juga mengingatkan bahwa pembukaan kembali destinasi harus berdasarkan penilaian risiko, bukan sekadar mengejar kunjungan.
Foto & Sumber: ANTARA Jawa Timur · © ANTARA Jawa Timur
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar