Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengungkapkan bahwa penerapan sistem resi gudang (SRG) untuk minyak nilam merupakan inovasi penting dalam tata niaga industri nilam nasional. Ketua ARC, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa SRG dapat menjaga ketersediaan stok minyak nilam dan memastikan pembayaran cepat bagi petani serta penyuling. Kajian kelayakan SRG mencakup berbagai parameter, termasuk mutu komoditas dan dukungan perbankan. Saat ini, minyak nilam belum termasuk dalam 30 komoditas yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang SRG, sehingga perlu regulasi baru untuk penerapannya. Djauhari Sitorus dari ILO berharap agar minyak nilam segera ditetapkan sebagai komoditas ke-31 dalam SRG untuk mendukung implementasi di masyarakat.
Foto & Sumber: ANTARA Aceh · © ANTARA Aceh
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar