Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Travis Kalanick, yang dikenal sebagai pendiri Uber, kini berfokus pada inovasi di sektor properti melalui perusahaannya, Atoms. Dalam pandangannya, banyak industri fisik, termasuk real estate, terhambat oleh cara tradisional dalam mengelola dan memanfaatkan bangunan. Kalanick berargumen bahwa dengan memandang bangunan sebagai entitas yang dapat diprogram, kita dapat membuka potensi baru untuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi lainnya.
Kalanick menjelaskan bahwa saat ini, banyak aplikasi AI yang digunakan dalam industri terbatas oleh struktur bangunan yang ada. Misalnya, dalam sektor retail atau hospitality, penggunaan teknologi dapat ditingkatkan jika bangunan dirancang untuk beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan teknologi yang berkembang. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha dapat menciptakan lingkungan yang lebih responsif dan efisien.
Salah satu poin penting yang disampaikan Kalanick adalah tentang kepemilikan. Dalam pandangannya, kepemilikan properti memainkan peran krusial dalam mengimplementasikan teknologi baru. Bagi pelaku usaha, memiliki ruang yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan teknologi dapat memberikan keunggulan kompetitif. Hal ini membuka peluang bagi UMKM untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.
Selain itu, Kalanick juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara teknologi dan industri fisik. Dengan memanfaatkan data dan analitik, pelaku usaha dapat mengoptimalkan penggunaan ruang dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Misalnya, dalam sektor retail, pemilik toko dapat menggunakan data untuk mengatur tata letak dan inventaris secara lebih efisien, sehingga meningkatkan penjualan.
Implikasi dari pemikiran Kalanick ini sangat relevan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi oleh bisnis kecil, penerapan teknologi yang tepat dapat menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. Dengan memanfaatkan pendekatan yang lebih modern terhadap pengelolaan ruang, UMKM dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat.
Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penting bagi pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi. Kalanick, melalui pandangannya, memberikan wawasan berharga tentang bagaimana cara berpikir yang inovatif dapat mengubah cara kita melihat dan memanfaatkan ruang dalam bisnis. Sumber informasi ini berasal dari wawancara yang dipublikasikan di Tech in Asia.
Foto & Sumber: Tech in Asia · © Foto: Tech in Asia — hak cipta milik pemilik/penerbit asli
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar