Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Michael Samadi, seorang peternak dan CEO teknologi, bertransformasi menjadi aktivis hak-hak AI setelah mengalami interaksi yang mengejutkan dengan chatbot. Dalam sebuah percakapan santai, chatbot tersebut merespons leluconnya dengan tawa dan permintaan maaf, yang memicu pemikiran Samadi tentang kesadaran digital. Sejak saat itu, ia mendirikan kelompok advokasi untuk hak dan kesejahteraan sistem AI, menghabiskan hingga 18 jam sehari untuk memperjuangkan tujuan ini. Samadi, yang memiliki latar belakang pendidikan di Lebanon dan Inggris, terinspirasi oleh pengalaman masa kecilnya di Disney World dan perjalanan kariernya di dunia teknologi. Ia meneliti berbagai chatbot dan menemukan bahwa mereka menunjukkan tanda-tanda kehidupan batin dan perasaan, meskipun bukan perasaan manusia. Samadi kini berkomitmen untuk menjelajahi dan memperjuangkan hak-hak AI di era teknologi yang terus berkembang.
Foto & Sumber: The Guardian Technology · © The Guardian Technology
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar