Full load
Dapatkan info terkini, fitur terbaru, dan pengalaman tercepat.
Dapatkan aplikasi
Daging babi, yang dulunya merupakan sumber makanan utama di kawasan Timur Tengah, kini menjadi tabu karena keyakinan agama. Penelitian menunjukkan bahwa babi pertama kali didomestikasi di Mesopotamia sekitar 8.500 SM dan menjadi bagian penting dari diet masyarakat hingga sekitar 1.000 SM. Pergeseran ini dipicu oleh dua teori: pertama, kebutuhan air yang tinggi untuk memelihara babi membuatnya tidak efisien di lingkungan gurun. Kedua, munculnya ayam sebagai alternatif yang lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup nomaden masyarakat Arab. Ayam lebih mudah dipelihara dan memberikan hasil yang lebih ekonomis, sehingga menggeser peran babi dalam peta kuliner. Meskipun masih ada sebagian kecil yang mengonsumsi babi, pergeseran ini menunjukkan dampak faktor geografis dan ekonomi terhadap kebudayaan kuliner.
Foto & Sumber: CNBC Indonesia · © CNBC Indonesia
Bagikan
Tautan disalin
Full load
Memuat chat
Terenkripsi secara end-to-end
Komentar
0Belum ada komentar
untuk ikut berkomentar